Kacang dan Buah-buahan
Saraswati Pramita
Saraswati Pramita
| 11-03-2026
Food Team · Food Team
Kacang dan Buah-buahan
Kacang-kacangan hadir dalam berbagai jenis, seperti kenari, hazelnut, pistachio, kacang mete, kacang pinus, dan kacang Brasil. Meskipun berbeda dalam bentuk dan rasa, mereka semua memiliki satu kesamaan — tinggi kalori. Rata-rata, 100 gram kacang-kacangan mengandung sekitar 600 kalori.
Dr. Grandi menjelaskan bahwa kacang-kacangan adalah makanan padat energi yang kaya akan serat, asam folat, dan antioksidan seperti vitamin E dan sterol tumbuhan.
Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas, yang bertanggung jawab atas penuaan sel. Kacang-kacangan juga mengandung lipid berkualitas tinggi, terutama asam lemak omega-3, yang sering disebut sebagai "lemak baik" karena mendukung kesehatan jantung.

Berapa Banyak Kacang-kacangan yang Seharusnya Kita Makan?

Kita tahu kacang-kacangan sehat, tapi berapa banyak yang seharusnya kita konsumsi untuk mendapatkan manfaat tanpa kelebihan kalori? Dr. Grandi menyarankan bahwa menurut "Pedoman Gizi Sehat dan Seimbang," kita sebaiknya mengonsumsi kacang-kacangan 2 hingga 3 kali seminggu, dengan porsi 20-30 gram setiap kali.
Sebagai gambaran, 20-30 gram kira-kira setara dengan 10 almond atau 4 kenari. Kacang-kacangan adalah camilan yang bagus, terutama saat kita tidak punya waktu untuk makan siang yang layak. Mereka juga pilihan fantastis untuk atlet dan anak-anak, menggantikan camilan olahan dengan pilihan yang lebih bergizi.

Pilih Kacang Tanpa Garam dan Bebas Gula

Dr. Delpiano mengingatkan kita bahwa saat memilih kacang-kacangan, sebaiknya pilih yang tidak mengandung garam atau gula tambahan. Meskipun beberapa orang mungkin lebih suka kacang dengan lapisan atau rasa tambahan, ini sering kali mengandung aditif yang tidak perlu. Jika kita ingin menikmati selai kacang, labelnya seharusnya hanya mencantumkan kacang sebagai bahan, tanpa tambahan gula atau minyak.

Perhatikan Kontrol Porsi

Meskipun kacang-kacangan penuh dengan nutrisi baik, kita tidak boleh berlebihan. Kacang-kacangan bukan pil ajaib, dan menambahkan terlalu banyak ke dalam pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan asupan kalori dan lemak berlebih. Kesalahan umum adalah menaburkan banyak kacang ke dalam salad atau hidangan tepat sebelum makan.

Resep Lezat: Buah Kering Berlapis Cokelat

Jika kita mencari cara yang menyenangkan dan sehat untuk menikmati buah kering, coba buat buah kering berlapis cokelat di rumah. Ini adalah camilan yang disukai anak-anak dan orang dewasa! Berikut caranya:
1. Pilih campuran buah kering favorit, pastikan tanpa tambahan gula atau garam.
2. Lelehkan 100 gram cokelat hitam (dengan kandungan kakao minimal 75%) dalam panci.
3. Setelah cokelat benar-benar meleleh dan halus, celupkan buah kering utuh atau yang sudah dipotong ke dalam campuran tersebut.
4. Aduk hingga semua buah terlapisi cokelat secara merata.
5. Gunakan dua sendok teh untuk mengambil porsi kecil dan letakkan ke dalam cangkir kertas.
6. Biarkan dingin sepenuhnya sebelum disimpan dalam toples kaca kedap udara.

Mengapa Buah Kering Bergizi tapi Tinggi Gula

Buah kering seperti aprikot, kurma, ara, plum, dan apel adalah pilihan populer selama musim dingin. Namun, mereka tidak sama dengan buah segar. Pengeringan menghilangkan sebagian besar air, membuat buah kering lebih terkonsentrasi pada gula dan kalori.
Dr. Grandi menjelaskan bahwa meskipun buah kering mempertahankan mineral seperti kalium, magnesium, dan fosfor, mereka kehilangan vitamin yang larut dalam air, terutama vitamin C, selama proses pengeringan. Akibatnya, 100 gram buah kering dapat mengandung sekitar 300 kalori, menjadikannya camilan berenergi tinggi.

Berapa Banyak Buah Kering yang Seharusnya Kita Makan?

Buah kering mungkin menjadi alternatif yang lezat untuk permen, tetapi kita perlu mengonsumsinya secara moderat. Karena kandungan gula yang tinggi (50% di antaranya adalah fruktosa), para ahli merekomendasikan mengonsumsi buah kering 2-3 kali seminggu, dengan porsi 30-40 gram.

Cara Memilih Buah Kering Terbaik

Saat memilih buah kering, kita harus mencari yang tanpa tambahan gula, sirup, atau karamel. Perhatikan daftar bahan, terutama untuk produk yang ditujukan untuk anak-anak. Sebaiknya pilih produk alami yang bebas dari sulfit atau pengawet.
Kacang dan Buah-buahan

Berhati-hatilah dengan Buah Manisan

Buah manisan berbeda dari buah kering. Proses manisan menghilangkan air dan menggantinya dengan gula, sering kali menghasilkan kandungan gula melebihi 70%. Sayangnya, proses ini menghilangkan sebagian besar manfaat nutrisi buah. Jadi, meskipun menggoda, sebaiknya nikmati buah manisan hanya sesekali dan dalam jumlah kecil.

Keseimbangan adalah Kunci

Lykkers, meskipun kacang-kacangan dan buah kering penuh dengan nutrisi, moderasi adalah kuncinya. Tetap patuhi porsi yang direkomendasikan, pilih varietas alami dan tidak diolah, dan hindari pilihan yang mengandung gula atau garam. Apakah kamu lebih suka kacang polos atau suka berkreasi dengan camilanmu? Bagikan kombinasi favoritmu dengan kami!