Resep Berusia 9.000 Tahun
Farzan Gunadi
| 10-03-2026

· Food Team
Hai Lykkers, pernahkah kalian bertanya-tanya apa yang dimakan nenek moyang kita? Maksudku, makanan yang kita nikmati hari ini tidak muncul begitu saja, kan?
Beberapa penemuan paling mengejutkan datang dari mempelajari teknik memasak kuno, dan coba tebak? Kita baru saja mengetahui bahwa roti yang kita cintai hari ini, focaccia, mungkin sudah dipanggang ribuan tahun yang lalu!
Kedengarannya sulit dipercaya, bukan? Yuk, kita selami bagaimana kimia mengungkap rahasia kuno ini.
Penemuan yang Lezat
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti internasional telah mengungkap sesuatu yang luar biasa: focaccia—roti Italia yang lezat dan ditaburi rempah—mungkin sudah dipanggang sejak 9.000 tahun lalu di wilayah yang sekarang disebut Suriah! Studi ini berfokus pada metode pemanggangan yang digunakan oleh masyarakat kuno selama periode Neolitik akhir (sekitar 7.000 hingga 5.000 SM).
Menurut para peneliti, komunitas kuno ini sudah memanggang roti besar dan roti pipih, yang dibuat dengan air, tepung, dan rempah-rempah. Tradisi pemanggangan awal ini cukup rumit dan dilakukan pada nampan khusus yang dikenal sebagai "peeling trays."
Apa Itu Peeling Trays?
Peeling trays itu unik. Ini adalah wadah pemanggang berbentuk oval dengan tepi rendah, terbuat dari tanah liat kasar. Mereka berbeda dari nampan pemanggang biasa karena permukaannya ditutupi pola retakan yang teratur. Nampan khusus ini digunakan oleh masyarakat kuno di wilayah Levant.
Untuk memahami cara kerjanya, tim peneliti membuat ulang nampan ini dan pengaturan memasak berdasarkan temuan arkeologi. Mereka ingin tahu bagaimana orang-orang di masa lalu menyiapkan makanan mereka, khususnya roti mereka.
Kimia di Balik Roti Kuno
Kita mungkin bertanya, "Bagaimana para peneliti tahu bahwa roti yang dipanggang di nampan ini adalah focaccia?" Pertanyaan bagus! Jawabannya terletak pada kimia yang sangat keren. Para ilmuwan menganalisis fragmen nampan ini dan menemukan petunjuk yang membantu mereka mengidentifikasi jenis roti yang dipanggang di dalamnya.
Ketika peneliti mempelajari keausan pada nampan keramik, mereka menemukan dua pola yang berbeda. Roti biasa yang hanya terdiri dari adonan dan tepung menunjukkan retakan besar dan tepi yang berkerak. Tetapi ketika lemak hewani atau minyak digunakan untuk membuat roti, pola keausannya berbeda. Permukaannya lebih bulat, bergelombang, dan lebih gelap—persis seperti focaccia saat ini!
Rempah dan Bumbu dalam Campuran
Ini bagian paling menarik: roti kuno ini tidak polos—ada rempah dan bumbu di dalamnya! Bahkan, rempah menyumbang sekitar 87% dari sisa tanaman yang ditemukan di nampan. Itu angka yang cukup tinggi, menunjukkan bahwa para pembuat roti kuno sudah membumbui roti mereka, seperti yang kita lakukan hari ini dengan rosemary dan rempah lainnya.
Para peneliti juga menemukan jejak lemak hewani, bercampur dengan sisa tanaman. Salah satu petunjuknya adalah keberadaan asam laurat, yang ditemukan dalam beberapa minyak nabati, seperti minyak kelapa atau minyak sawit. Ini mengonfirmasi bahwa roti kuno bukan hanya tepung dan air, tetapi sesuatu yang jauh lebih beraroma!
Apa Selanjutnya?
Penemuan ini menunjukkan bahwa pemanggangan kuno jauh lebih canggih dari yang kita pikirkan. Roti besar ini dipanggang untuk konsumsi bersama, terlihat dari ukurannya—setiap bulatan roti berbobot sekitar 3 kilogram. Bayangkan pesta besar yang mereka adakan! Sungguh luar biasa membaca bahwa orang-orang ribuan tahun lalu menikmati versi focaccia yang kita kenal dan sukai hari ini.
Dengan mempelajari praktik pemanggangan kuno ini, para ilmuwan tidak hanya belajar tentang makanan, tetapi juga tentang budaya dan tradisi masyarakat manusia awal. Jadi, lain kali kita menikmati sepotong focaccia, kita tahu bahwa kita sedang merasakan sejarah!
Bukankah luar biasa mengetahui bahwa roti yang kita nikmati hari ini memiliki akar yang membentang ribuan tahun ke belakang? Berkat keajaiban kimia, kita telah mengungkap rahasia kuliner nenek moyang kita. Ini adalah pengingat lezat bahwa makanan menghubungkan kita melintasi waktu dan ruang. Jadi, Likkusan, saat kamu memanggang atau membaca tentang focaccia, ketahuilah bahwa kamu sedang mengambil bagian dalam tradisi kuno yang berusia hampir 9,000 tahun!