Bika Ambon Viral!
Dwi Utari
Dwi Utari
| 15-01-2026
Food Team · Food Team
Bika Ambon Viral!
Kalau mendengar nama Bika Ambon, wajar jika banyak orang langsung mengira kue legit bertekstur berserat ini berasal dari Ambon, Maluku. Tapi ternyata, anggapan tersebut keliru.
Fakta menariknya, Bika Ambon justru lahir dan populer di Medan, Sumatera Utara, bukan Ambon. Jadi, mengapa dinamai "Bika Ambon"? Apa kaitannya dengan kota Ambon?
Inilah kisah menarik di balik nama dan asal-usul kuliner manis yang sering jadi oleh-oleh khas Medan ini.
Asal Usul Bika Ambon: Medan, Bukan Ambon
Bika Ambon adalah kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung sagu, telur, gula, dan santan, serta menggunakan ragi untuk menghasilkan tekstur berserat khas yang unik. Proses pembuatannya cukup rumit, termasuk proses fermentasi selama beberapa jam agar kue mengembang sempurna dan berserat lembut. Rasanya manis gurih dengan aroma pandan yang khas.
Menurut sejumlah sumber sejarah kuliner, Bika Ambon pertama kali populer di Jalan Ambon, kawasan Sei Kera, Medan. Dari sinilah kemungkinan nama "Ambon" disematkan. Kue ini dijual oleh keluarga Tionghoa Medan dan menjadi sangat terkenal di wilayah tersebut, sehingga warga menyebutnya sebagai "bika dari Jalan Ambon" dan lama kelamaan disebut sebagai Bika Ambon.
Jadi, penamaan kue ini bukan merujuk pada kota Ambon di Maluku, melainkan pada lokasi penjualannya yang berada di Jalan Ambon, Medan.
Pengaruh Budaya dan Evolusi Resep
Konon, Bika Ambon merupakan pengembangan dari kue tradisional Melayu yang bernama "Bika". Namun, resep tersebut kemudian dimodifikasi oleh komunitas Tionghoa di Medan dengan menambahkan ragi dan santan yang membuat teksturnya lebih kenyal dan berpori.
Selain itu, penggunaan daun pandan dan kadang juga daun jeruk sebagai pewangi alami menjadikan aromanya makin khas. Perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan pengaruh lokal Medan ini menghasilkan Bika Ambon yang kita kenal sekarang.
Cita Rasa dan Ciri Khas
Apa yang membedakan Bika Ambon dengan kue lain? Inilah beberapa ciri khasnya:
- Berserat: Tekstur berlubang-lubang dan berserat adalah ciri utama, hasil dari proses fermentasi.
- Kenyal dan lembut: Meski padat, Bika Ambon terasa lembut dan agak kenyal saat digigit.
- Aroma harum: Daun pandan dan santan memberikan aroma menggoda.
- Varian rasa: Selain rasa original pandan, kini ada varian seperti keju, durian, cokelat, hingga pandan susu.
Kue ini biasanya dimasak dalam cetakan khusus dengan api bawah agar matang merata tanpa gosong di atas. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan, terutama dalam mengatur waktu fermentasi dan suhu pemanggangan.
Ikon Oleh-Oleh Khas Medan
Seiring popularitasnya, Bika Ambon menjadi salah satu ikon kuliner khas Medan. Jalan Majapahit di Medan, misalnya, dikenal sebagai sentra penjual Bika Ambon. Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, menjadikan kue ini sebagai oleh-oleh wajib setiap kali berkunjung ke kota tersebut.
Beberapa merek bahkan sudah melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di kota-kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Meski begitu, banyak orang tetap menganggap "rasa asli" Bika Ambon hanya bisa didapat dari Medan.
Jadi, Apa Hubungannya dengan Ambon?
Secara geografis dan kultural, Bika Ambon tidak memiliki hubungan langsung dengan kota Ambon atau budaya Maluku. Ini murni soal penamaan yang bersumber dari lokasi penjualan awalnya di Jalan Ambon, Medan. Meskipun begitu, nama "Ambon" sudah terlanjur melekat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kue ini.
Menariknya, hal ini menjadi contoh bagaimana sebuah nama bisa memicu kesalahpahaman geografis dalam kuliner Nusantara. Namun justru di situlah daya tariknya mengundang rasa penasaran dan perbincangan.
Bika Ambon Viral!
Bika Ambon adalah bukti bahwa warisan kuliner Indonesia tak hanya kaya rasa, tapi juga kaya cerita. Meskipun namanya menyesatkan bagi sebagian orang, justru dari situlah kita bisa menggali sejarah dan keunikan di baliknya. Jadi, saat kamu menikmati sepotong Bika Ambon yang manis dan legit, ingatlah bahwa kamu sedang mencicipi bagian kecil dari sejarah kuliner Medan bukan Ambon.