Mengenal Jenis Kopi
Saraswati Pramita
Saraswati Pramita
| 25-09-2025
Food Team · Food Team
Mengenal Jenis Kopi
Kopi bukan hanya sekadar minuman bagi kami, ini adalah ritual harian, kenyamanan yang menyelimuti, bahkan kadang menjadi penyelamat di pagi yang sibuk.
Baik itu secangkir kopi hangat di rumah yang tenang atau kopi to-go yang menemani perjalanan ke tempat kerja, selalu ada ruang untuk secangkir kopi.
Tapi, dengan begitu banyak pilihan Latte, Cappuccino, Americano, Mocha pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal-usulnya atau bagaimana perbedaannya? Yuk, kita simak kisah di balik setiap jenis kopi ini!

Brasil: Raja Penghasil Kopi Dunia

Tahukah Anda bahwa Brasil adalah negara penghasil kopi terbesar di dunia? Pada musim panen 2017/18, Brasil menghasilkan lebih dari 51 juta kantong kopi, setiap kantong seberat 60 kilogram! Itu tentu jumlah biji kopi yang sangat luar biasa. Di seluruh dunia, kita meminum sekitar 2 miliar cangkir kopi setiap harinya. Di Inggris saja, jumlahnya mencapai 95 juta cangkir per hari. Jumlah yang fantastis, bukan?

Latte: Lembut dan Ramah

Mari kita mulai dengan Latte, kopi yang paling digemari di Inggris. Pada tahun 2017/18 saja, orang-orang di Inggris meminum hingga 900 juta cangkir latte! Tak heran jika latte menjadi favorit, karena rasanya yang lembut, krimi, dan sangat mudah dicintai.
Latte dibuat dari satu shot espresso (kopi yang sangat kuat), susu panas yang dikukus, dan lapisan tipis busa susu di atasnya. Rasanya yang lembut dan sedikit manis membuatnya menjadi pilihan yang sempurna bagi siapa saja yang baru memulai perjalanan menikmati kopi.
Walaupun kopi berasal dari Afrika dan Timur Tengah, penambahan susu merupakan ide dari Eropa. Kata "latte" sendiri berasal dari frasa Italia caffè e latte yang berarti kopi dengan susu. Kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada tahun 1867 berkat seorang penulis bernama William Dean Howells. Dulu, latte adalah minuman rumahan di Eropa, yang umumnya dinikmati di pagi hari. Namun, popularitasnya meningkat pesat di Amerika Serikat pada tahun 1980-an, khususnya di Seattle, dan menjadi latte seperti yang kita kenal sekarang.
- Tip Cepat: Jika Anda sedang berada di Italia dan memesan "latte," Anda mungkin akan mendapatkan segelas susu. Pastikan untuk menyebutkan "caffè latte" agar Anda mendapatkan kopi susu yang sebenarnya!

Cappuccino: Sang Sepupu Berbusa

Berikutnya, ada Cappuccino, kopi favorit lainnya. Seperti latte, cappuccino dibuat dengan espresso, susu panas, dan busa susu, namun dengan komposisi susu cair yang lebih sedikit dan busa yang lebih banyak. Biasanya, banyak kedai kopi yang menambahkan taburan coklat atau kayu manis di atas busa untuk memberikan sentuhan hangat yang menyenangkan.
Nama "Cappuccino" berasal dari para biarawan Kapusin, yang jubah coklat mereka mirip dengan warna kopi ini. Meskipun namanya berasal dari Italia, minuman ini sebenarnya pertama kali muncul di Austria pada abad ke-18, di mana orang-orang mencampur kopi dengan krim kocok dan gula. Setelah itu, cappuccino berkembang di Eropa dan menjadi versi yang kita nikmati sekarang, berkat penemuan mesin espresso yang lebih baik.

Americano: Sederhana dan Lembut

Americano, atau kopi hitam yang sudah dikenal banyak orang, adalah pilihan yang sederhana dan tidak ribet. Americano dibuat dengan menambahkan air panas ke dalam satu shot espresso, sehingga menghasilkan rasa yang lebih ringan daripada espresso murni.
Jenis kopi ini pertama kali dikenal saat para penikmat kopi asal Amerika merasa espresso terlalu kuat untuk selera mereka. Oleh karena itu, mereka meminta barista untuk menambahkan air panas agar rasa kopi menjadi lebih lembut. Hingga kini, Americano masih menjadi pilihan favorit, terutama bagi mereka yang menyukai kopi dengan rasa yang lebih ringan dan bersih. Di Inggris, Americano menjadi kopi ketiga yang paling banyak diminum setelah latte dan cappuccino.
Mengenal Jenis Kopi

Mocha: Kopi dengan Sentuhan Coklat

Siapa yang tidak suka coklat dalam kopinya? Jika Anda salah satunya, maka Mocha adalah pilihan terbaik. Nama "Mocha" berasal dari sebuah pelabuhan di Yaman yang bernama Mokha, yang dikenal sebagai tempat ekspor biji kopi dengan rasa alami coklat.
Seiring berjalannya waktu, coklat semakin populer di Eropa, dan orang-orang mulai mencampurkannya ke dalam kopi. Dari situlah, Mocha modern lahir. Sekarang, Mocha bisa disajikan dengan berbagai cara, beberapa kedai kopi menambahkan espresso ke dalam coklat panas, sementara lainnya mencampur sirup coklat atau bubuk kakao ke dalam latte. Apa pun cara penyajiannya, Mocha tetap menjadi pilihan manis dan kaya rasa, cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati kopi dan coklat dalam satu cangkir.

Kopi Dingin: Segar dan Menyegarkan

Tak semua orang suka kopi panas, terutama saat cuaca dingin. Di musim panas, kopi dingin bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Kopi dingin tradisional hanya dibuat dengan menyiramkan kopi panas ke atas es batu, kadang dengan sedikit susu dingin. Namun, ada juga cold brew, yang dibuat dengan merendam biji kopi dalam air dingin selama beberapa jam, menghasilkan rasa yang lebih halus dan lebih sedikit asam.
Pada tahun 2016, kopi dingin hanya memiliki pangsa pasar 4% di Inggris, namun sekarang trennya semakin berkembang pesat. Dari iced latte hingga minuman dingin yang lebih mewah seperti frappuccino, kopi dingin kini menjadi bagian besar dari kebutuhan kopi harian kita.

Satu Minuman, Banyak Cerita

Apapun pilihan kopi Anda, apakah itu cappuccino yang berbusa, mocha yang manis, Americano yang sederhana, atau latte yang lembut, setiap cangkir kopi memiliki cerita, sejarah, dan sedikit budaya dunia di dalamnya.
Sekarang giliran Anda, Lykkers! Apa jenis kopi favorit Anda? Atau mungkin Anda memiliki twist khusus atau kenangan yang terhubung dengan kopi sehari-hari Anda? Kami ingin mendengar cerita Anda! Ayo, berbagi pengalaman kopi bersama kami, karena sesungguhnya, kita tidak hanya meminum kopi, tapi juga menyelami sejarah yang ada di setiap tegukan.