Dessert Box vs Kue
Muhammad Irvan
| 22-09-2025

· Food Team
Hi, Lykkers! Indonesia selalu punya cara kreatif dalam menghadirkan tren kuliner.
Setiap tahun, ada saja kudapan manis yang jadi pusat perhatian, terutama berkat peran media sosial. Dua di antaranya adalah dessert box dan berbagai kue viral yang sempat mendominasi timeline Instagram dan TikTok.
Keduanya sama-sama menarik, punya penggemar setia, dan tak jarang memunculkan inovasi baru. Namun, kalau dibandingkan, mana yang sebenarnya lebih laris di Indonesia?
Dessert Box: Simpel tapi Elegan
Dessert box mulai populer sekitar tahun 2020, dan hingga kini masih jadi favorit banyak orang. Kudapan ini berupa lapisan kue, krim, cokelat, hingga biskuit yang disusun dalam wadah kotak transparan. Konsepnya praktis, higienis, dan sangat estetik.
Alasan dessert box disukai antara lain:
1. Praktis – langsung bisa dimakan dengan sendok tanpa perlu dipotong.
2. Ragam Rasa – mulai dari tiramisu, matcha, cokelat, hingga regal.
3. Estetik – lapisannya terlihat cantik dari luar, cocok jadi "konten" sebelum disantap.
Tak heran, dessert box kini menjadi produk andalan banyak UMKM kuliner karena relatif mudah dibuat, modalnya tidak terlalu besar, dan bisa dijual dengan harga bersahabat.
Kue Viral: Berganti Setiap Tahun
Berbeda dengan dessert box yang cenderung konsisten, kue viral biasanya muncul sebagai tren musiman. Popularitasnya sering dipicu oleh postingan media sosial, lalu menyebar cepat.
Beberapa kue viral yang pernah booming di Indonesia antara lain:
1. Basque Burnt Cheesecake – cheesecake asal Spanyol dengan permukaan gosong tapi tekstur lembut di dalam.
2. Korean Garlic Cheese Bread – roti bundar dengan isian cream cheese gurih manis dan balutan garlic butter.
3. Croffle – kombinasi croissant dan waffle yang renyah di luar, lembut di dalam.
4. Bomboloni – donat isi ala Italia dengan taburan gula.
5. Roti Sobek Premium – dengan berbagai isian meleleh yang bikin nagih.
Tren ini biasanya bertahan beberapa bulan hingga satu tahun. Setelah hype mereda, penjual akan mencari ide baru untuk menjaga pasar tetap hidup.
Dessert Box vs. Kue Viral: Mana Lebih Laris?
Kalau bicara jangka panjang, dessert box lebih stabil. Kudapan ini bisa terus laris karena fleksibel dalam rasa dan penampilan. Cocok untuk hantaran, pesta kecil, atau sekadar camilan manis.
Sedangkan kue viral lebih bersifat musiman. Ketika sedang hype, penjual bisa kebanjiran pesanan, tapi begitu tren mereda, peminat ikut berkurang. Meski begitu, kue viral penting karena memicu inovasi baru dan membuka peluang usaha kuliner.
Kesimpulannya, dessert box punya pasar yang lebih konsisten, sementara kue viral lebih kuat dalam hal boom moment.
Resep Populer: Dessert Box Regal Cokelat
Kalau kamu ingin mencoba membuat dessert box sendiri di rumah, varian Regal Cokelat bisa jadi pilihan. Selain mudah, rasanya dijamin bikin ketagihan.
Bahan-bahan:
- 1 bungkus biskuit Marie Regal (±250 gr)
- 500 ml susu cair full cream
- 2 sdm maizena (larutkan dengan sedikit air)
- 5 sdm gula pasir (sesuai selera manis)
- 100 gr dark cooking chocolate
- 50 gr cokelat bubuk
- 250 ml whipped cream cair (kocok hingga mengembang)
- Parutan cokelat atau bubuk cokelat untuk topping
Cara Membuat:
1. Lapisan Biskuit – Tata biskuit Regal di dasar wadah box, basahi tipis dengan susu agar lembut.
2. Lapisan Cokelat Creamy – Masak susu, gula, cokelat bubuk, dan dark chocolate hingga larut. Tambahkan maizena, aduk sampai mengental. Dinginkan.
3. Lapisan Whipped Cream – Oleskan whipped cream di atas lapisan cokelat yang sudah dingin.
4. Susun Dessert Box – Ulangi lapisan biskuit → cokelat → whipped cream hingga box penuh.
5. Finishing – Taburi parutan cokelat. Dinginkan 2 jam sebelum disajikan.
Bonus Resep: Basque Burnt Cheesecake
Sebagai perbandingan dengan kue viral, berikut resep singkat Basque Burnt Cheesecake yang sempat jadi tren.
Bahan-bahan:
- 250 gr cream cheese
- 70 gr gula pasir
- 2 butir telur
- 125 ml whipped cream cair
- 1 sdm tepung terigu
- ½ sdt vanila ekstrak
Cara Membuat:
1. Kocok cream cheese dan gula hingga halus.
2. Masukkan telur satu per satu, aduk rata.
3. Tambahkan whipped cream, vanila, dan tepung, aduk hingga lembut.
4. Tuang adonan ke loyang berlapis baking paper.
5. Panggang suhu 200°C selama 25–30 menit sampai permukaannya gosong.
6. Dinginkan, lalu simpan di kulkas sebelum disajikan.
Baik dessert box maupun kue viral sama-sama punya tempat di hati pecinta kuliner Indonesia. Dessert box unggul dalam konsistensi dan kemudahan, sementara kue viral menghadirkan kejutan baru yang bikin orang penasaran.
Kalau kamu ingin usaha kuliner jangka panjang, dessert box bisa jadi pilihan andalan. Namun, kalau ingin cepat menarik perhatian pasar, kue viral selalu punya peluang besar. Pada akhirnya, keduanya saling melengkapi dalam meramaikan dunia dessert di Indonesia.