Membuat Sauerkraut Jerman
Ayu Estiana
Ayu Estiana
| 12-11-2025
Food Team · Food Team
Membuat Sauerkraut Jerman
Siapa sangka, hanya dengan dua bahan sederhana, kubis dan garam Anda bisa menciptakan makanan legendaris yang sudah dinikmati selama berabad-abad di Jerman? Sauerkraut, atau kubis fermentasi khas Jerman, bukan hanya lezat dan renyah, tapi juga kaya akan manfaat kesehatan.
Proses fermentasi alaminya mengubah kubis biasa menjadi makanan yang kaya rasa, bergizi, dan tahan lama tanpa tambahan bahan kimia. Mari kita bahas langkah demi langkah cara membuatnya di rumah, dan rasakan sendiri keajaiban fermentasi alami ini!

Apa Itu Sauerkraut?

Sauerkraut adalah kubis yang diiris halus, kemudian difermentasi bersama garam hingga menghasilkan rasa asam segar dan tekstur renyah. Tidak seperti acar cepat yang dibuat dengan cuka, sauerkraut mengandalkan bakteri baik alami yang hidup di daun kubis. Mikroba inilah yang menciptakan rasa khas asam sekaligus berperan sebagai pengawet alami. Hasilnya, Anda mendapatkan makanan kaya probiotik yang menyehatkan pencernaan dan memperkuat sistem imun tubuh.

Bahan yang Dibutuhkan (Untuk Sekitar 1 Toples / 900g)

- Kubis: 900 g (sekitar 1 kepala sedang)
- Garam laut: 17 g (setara 2% dari berat kubis)
- Biji jintan atau buah juniper (opsional): 13 g (sekitar 1 sendok makan)
- Whey atau air saringan buttermilk (opsional): 30 g (mempercepat proses fermentasi)
- Air matang atau air saring: secukupnya (jika cairan alami tidak cukup)
Peralatan:
Toples kaca bersih minimal 1 liter, pemberat fermentasi (atau toples kecil/ batu steril), sendok atau alat penekan bersih.

Tips Persiapan Sebelum Memulai

- Sterilkan semua peralatan. Rebus toples, alat penekan, dan pemberat dengan air mendidih untuk memastikan semuanya bebas bakteri jahat.
- Gunakan takaran garam yang tepat. Rasio 2% dari berat kubis sangat penting agar fermentasi aman dan berhasil.
- Perhatikan suhu ruangan. Fermentasi ideal berlangsung pada suhu 24–28°C. Suhu lebih rendah membuat proses lebih lambat, sedangkan suhu terlalu tinggi bisa mengubah cita rasa.

Langkah-Langkah:

Langkah 1: Iris dan Garami Kubis
Buang daun luar kubis yang layu, lalu iris bagian dalamnya setipis mungkin menggunakan pisau atau alat pengiris. Semakin tipis potongannya, semakin cepat cairan keluar. Masukkan semua irisan ke dalam mangkuk besar, tambahkan garam laut dan biji jintan (atau buah juniper). Pijat atau aduk dengan tangan bersih selama beberapa menit hingga kubis menjadi layu dan mulai mengeluarkan air.
Jika menggunakan whey, tambahkan sekarang dan aduk rata. Bahan ini membantu mempercepat fermentasi alami dan menciptakan rasa asam khas lebih cepat.
Langkah 2: Masukkan ke Dalam Toples
Pindahkan campuran kubis ke dalam toples yang sudah disterilkan. Tekan lapisan demi lapisan menggunakan sendok atau alat penekan agar udara keluar dan cairan alami muncul di permukaan. Pastikan kubis benar-benar terendam dalam cairan.
Jika cairannya kurang, buat larutan tambahan dari 1 sendok teh garam yang dilarutkan ke dalam 1 cangkir air, lalu tambahkan sedikit demi sedikit hingga seluruh kubis tertutup cairan. Sisakan ruang sekitar 2–3 cm di bagian atas toples untuk memberi ruang ekspansi selama fermentasi.
Langkah 3: Tekan dan Tutup
Letakkan pemberat bersih di atas kubis agar tetap terendam sempurna. Tutup toples dengan kain bersih yang diikat karet, atau gunakan tutup longgar agar gas bisa keluar selama fermentasi. Simpan di tempat hangat dan gelap dengan suhu stabil.
Langkah 4: Fermentasi (10–14 Hari)
Inilah tahap di mana keajaiban terjadi. Dalam 10–14 hari ke depan, bakteri asam laktat akan mengubah gula alami dalam kubis menjadi asam laktat yang memberikan rasa segar khas sauerkraut.
Setiap hari, periksa toples untuk memastikan kubis tetap terendam. Jika muncul busa atau lapisan putih tipis di permukaan, cukup angkat dengan sendok bersih, itu tanda fermentasi normal.
Setelah 10 hari, cicipi sedikit. Bila sudah terasa asam dan renyah, sauerkraut Anda siap disantap! Jika ingin rasa lebih tajam, biarkan fermentasi berlangsung beberapa hari lagi.
Langkah 5: Simpan dan Nikmati
Setelah rasanya sesuai selera, simpan toples di lemari es atau tempat sejuk. Suhu dingin akan memperlambat fermentasi dan menjaga kualitasnya hingga berbulan-bulan.
Gunakan sendok bersih setiap kali mengambil sauerkraut agar tidak terkontaminasi. Sajikan dingin sebagai lauk, campuran salad, atau pendamping makanan utama. Hindari merebusnya, karena panas berlebih bisa menghilangkan bakteri baik dan membuat teksturnya lembek.
Membuat Sauerkraut Jerman

Kreasi Rasa dan Cara Menikmati

-Tambahkan irisan apel atau bawang tipis saat fermentasi untuk rasa manis segar.
- Campur sauerkraut jadi salad dengan sedikit minyak zaitun dan lada hitam.
- Sajikan bersama kentang panggang, sayuran rebus, atau roti gandum untuk sentuhan Jerman autentik.
- Gunakan sebagai topping pada wrap atau bowl untuk menambah rasa gurih dan tekstur renyah.

Tips Cepat Mengatasi Masalah

- Fermentasi lambat? Tempatkan toples di area yang lebih hangat atau tambahkan sedikit whey.
- Kurang cairan? Tambahkan larutan garam seperti di langkah sebelumnya.
- Bau tidak sedap atau muncul jamur berwarna? Segera buang dan mulai lagi dengan alat serta bahan baru yang bersih.

Penutup

Menakjubkan, bukan? Hanya dengan kubis, garam, dan waktu, Anda bisa menghasilkan makanan probiotik alami yang lezat dan menyehatkan. Sauerkraut bukan sekadar lauk sederhana, melainkan warisan kuliner Jerman yang membuktikan bahwa kesabaran dan bahan alami bisa menciptakan kelezatan luar biasa.
Cobalah membuatnya sendiri di rumah, setelah mencicipi hasil buatan Anda, dijamin Anda tak akan kembali membeli versi kemasan lagi!