Lapis Kekinian
Denny Kusuma
Denny Kusuma
| 11-12-2025
Food Team · Food Team
Lapis Kekinian
Hi, Lykkers! Kue lapis sudah lama menjadi salah satu kue tradisional yang paling dicintai di Indonesia. Teksturnya yang lembut berlapis-lapis serta rasa manis yang sederhana membuatnya akrab di lidah banyak orang.
Dari pesta keluarga, upacara adat, hingga sajian camilan sore, kue lapis selalu memiliki tempat tersendiri.
Namun, seiring berkembangnya dunia kuliner, kue lapis kini tampil dalam versi modern yang lebih kreatif, variatif, dan mengikuti selera masa kini tanpa menghilangkan karakter aslinya sebagai warisan Nusantara.
Kue lapis modern tidak hanya mengutamakan rasa dan tekstur, tetapi juga estetika. Warna-warna cerah alami, bentuk yang lebih artistik, dan sentuhan bahan premium membuatnya menjadi favorit di kafe, toko kue, maupun acara spesial seperti ulang tahun dan pernikahan. Perkembangan ini membuktikan bahwa kue tradisional mampu beradaptasi dengan zaman, tetap relevan, dan bahkan menjadi tren baru di dunia kuliner.

Inspirasi Rasa Kue Lapis Modern

Jika dahulu kue lapis identik dengan cita rasa pandan, gula merah, dan santan, kini variasinya semakin luas. Beberapa kombinasi populer yang sering ditemui antara lain:
Lapis Matcha dengan rasa green tea yang aromatik dan warna hijau elegan.
Lapis Red Velvet yang menghadirkan sensasi rasa cokelat lembut dengan nuansa merah cantik.
Lapis Taro atau Ube, populer karena warna ungu alami dan rasa manis yang unik.
Lapis Cokelat Premium menggunakan dark chocolate atau cokelat Belgium untuk sensasi lebih mewah.
Lapis Kopi atau Caramel untuk penikmat dessert dengan cita rasa modern yang tidak terlalu manis.
Kreasi rasa tersebut memberikan pengalaman baru bagi pencinta kuliner dan membuka peluang bisnis baru bagi UMKM yang ingin mengembangkan produk tradisional.

Tekstur: Kunci Keberhasilan Kue Lapis

Meski tampil modern, rahasia utama kue lapis tetap berada pada tekstur. Kue harus lembut, kenyal, dan tidak mudah patah saat dipotong. Proses pengukusan lapis demi lapis juga memerlukan kesabaran dan ketelitian. Di era modern, beberapa baker mengembangkan metode baru seperti:
1. Menggunakan campuran tepung tapioka dan maizena untuk tekstur lebih halus.
2. Menambahkan susu cair atau butter untuk rasa lebih creamy.
3. Mengurangi penggunaan pewarna sintetis dan menggantinya dengan ekstrak buah atau sayuran alami.
Teknik ini membantu mempertahankan kualitas kue tanpa mengubah jati dirinya sebagai makanan tradisional berbasis tepung dan santan.

Resep Kue Lapis Modern Rasa Red Velvet

Berikut resep sederhana yang bisa dicoba di rumah:
Bahan:
- 150 g tepung tapioka
- 75 g tepung terigu
- 150 g gula pasir
- 700 ml santan cair
- 1 sdt vanila
- 1 sdt pasta red velvet
- 1 sdt bubuk kakao
- Sejumput garam
Cara Membuat:
1. Campurkan tepung tapioka, terigu, gula, dan garam dalam satu wadah.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan tidak menggumpal.
3. Bagi adonan menjadi dua bagian: satu bagian dibiarkan putih, satu bagian diberi bubuk kakao dan pasta red velvet.
4. Siapkan loyang, olesi minyak, lalu panaskan kukusan.
5. Tuang 1 sendok sayur lapisan putih, kukus 4–5 menit.
6. Tambahkan lapisan merah di atasnya, kukus kembali 4–5 menit.
7. Ulangi hingga adonan habis, kemudian kukus final selama 20 menit agar matang sempurna.
8. Dinginkan, potong sesuai selera, lalu sajikan.
Lapis Kekinian

Warisan Tradisional yang Makin Dicintai

Perpaduan antara kekayaan budaya kuliner dan sentuhan inovasi membuat kue lapis modern terus menarik perhatian. Baik sebagai camilan di rumah, hampers spesial, maupun menu kreatif di kafe-kafe, kue lapis membuktikan bahwa warisan Nusantara dapat berkembang dan bersinar tanpa kehilangan nilai historisnya.
Kue lapis modern bukan sekadar makanan, melainkan simbol kreativitas generasi masa kini dalam merawat dan mengangkat tradisi agar tetap hidup. Setiap lapisannya membawa cerita tentang penyatuan masa lalu dan masa depan.
Siapa pun dapat menikmati, menciptakan, dan meneruskan jejak manis kuliner Nusantara ini dalam versi yang lebih segar dan penuh kreasi. Selamat mencoba dan selamat merayakan kekayaan rasa Indonesia!